Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengungkap Tiga Kesalahan Besar yang Dilakukan oleh Trader

 Pada artikel kali ini, saya akan membongkar tiga kesalahan psikologi yang sering dilakukan oleh trader di seluruh dunia. Inilah pelajaran berharga yang harus Anda ketahui jika ingin sukses dalam dunia trading. Jadi yuk, kita mulai!

FOMO.

Apa itu FOMO? FOMO merupakan singkatan dari "fear of missing out", yang merupakan sikap takut kehilangan momen atau peluang dalam trading. Banyak trader berpikir bahwa trading adalah satu-satunya cara cepat dan mudah untuk menghasilkan uang, sehingga mereka tidak ingin melewatkan kesempatan dalam pasar. Mereka merasa bahwa mereka harus terus aktif di pasar. Akibatnya, mereka sering terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan kondisi pasar secara rasional. Mereka juga cenderung melakukan trading dengan ukuran posisi yang terlalu besar, berpikir bahwa dengan begitu mereka akan mendapatkan keuntungan lebih cepat dan lebih besar. Namun, faktanya adalah dengan pola pikir ini, mereka justru berisiko kehilangan seluruh modal mereka. Mengapa FOMO dapat menguasai seorang trader? 

Pertama, hal ini disebabkan oleh ambisi yang berlebihan untuk cepat kaya, sehingga mereka ingin memanfaatkan setiap peluang di pasar dan takut kehilangan momen. 

Kedua, mereka merasa harus bersaing dengan trader lain, ingin memamerkan profit yang mereka peroleh. 

Ketiga, mereka tergesa-gesa karena terlalu banyak informasi dari forum-forum dan media sosial yang membuat mereka terpancing. Mereka melihat trader lain mendapatkan keuntungan besar atau sudah sukses, dan mereka ingin mengikuti tanpa mempertimbangkan modal dan keterampilan yang dimiliki. Sebaliknya, pola pikir ini justru dapat merusak hasil trading mereka.

Refund Trading atau Trading Balas Dendam.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh trader adalah berusaha membalas dendam ketika mengalami kerugian. Ketika mengalami kerugian, beberapa trader cenderung merasa emosional dan ingin mengembalikan kerugian tersebut dengan cara yang tidak sehat. Mereka ingin membalikkan keadaan dengan melakukan trading berlebihan atau dengan mengambil risiko yang tidak rasional. Hal ini biasanya terjadi karena mereka menggunakan dana yang seharusnya untuk kebutuhan pokok atau operasional sebagai modal trading. Sehingga mereka merasa tidak bisa menerima kerugian tersebut. Namun, pasar tidak peduli dengan alasan-alasan tersebut. Jika Anda salah, Anda akan mengalami kerugian di pasar. Solusinya adalah jangan melakukan trading dengan ukuran posisi yang terlalu besar. Tradinglah dengan ukuran yang sesuai dengan modal Anda, berdasarkan trading plant, bukan emosi. Setiap trader pasti akan mengalami kerugian, bahkan kerugian besar, atau bahkan mengalami margin call. Hal ini adalah hal yang biasa dalam trading. Sebaliknya, jika Anda tidak pernah mengalami kerugian atau margin call, itu justru tidak biasa dan mungkin menandakan bahwa Anda tidak bertrading dengan baik. Fokuslah pada trading jangka panjang dan jangan berharap mendapatkan keuntungan setiap hari. Ingatlah, trading bukanlah permainan, tetapi sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Hindari Gamblersyndrome.

Saya sering kali mengingatkan bahwa trading bukanlah perjudian. Menggunakan metode perjudian dalam trading sama seperti berjalan kaki di jalan raya dengan mata tertutup itu adalah kegiatan berjudi dengan nyawa, mungkin 1 atau 2 kali selamat bagaimana jika dilakukan dengan 100x? Yap, betul sekali orang itu akan tewas, begitu pula dengan trading jika anda trading tanpa menggunakan plant, risk management, money management sama saja dengan berjalan dengan mata tertutup. Jadi, jangan terjebak dalam pola pikir bahwa Anda dapat memprediksi pasar dengan pasti. Jika Anda ingin menjadi seorang trader profesional yang konsisten, maka Anda harus menghindari pola pikir yang tidak pasti seperti berjalan dengan mata tertutup. 

Demikianlah tiga kesalahan psikologi yang sering dilakukan oleh trader di seluruh dunia. Saya harap Anda tidak terjebak dalam salah satunya. Jadilah seorang trader yang sehat dengan menghindari FOMO, mengontrol emosi dan menghindari pola pikir perjudian. Ingatlah untuk bertrading dengan bijak, menggunakan ukuran posisi yang tepat, dan fokus pada trading jangka panjang, sekian.