Analisis Mingguan Bitcoin: Upaya Mempertahankan Level Support dan Potensi Pergerakan Selanjutnya
Saya akan menganalisis pergerakan update mingguan (weekly) dan harian (daily), serta mengidentifikasi poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh para trader dan investor.
1. Analisis Time Frame Mingguan (Weekly)
Dalam time frame mingguan, Bitcoin mengalami upaya mempertahankan level support sekitar Rp25.000. Hal ini menunjukkan bahwa ada minat beli (buying interest) yang cukup kuat pada level tersebut. Meskipun ada beberapa retracement yang terjadi, pergerakan harga masih berada di atas level support yang signifikan. Ini menandakan bahwa tren jangka panjang Bitcoin masih cenderung bullish.
Pembeli (Buyers) Masih Kuat
Pergerakan mingguan menunjukkan bahwa pembeli masih dominan dalam pasar Bitcoin. Pada minggu sebelumnya, ada perkiraan retracement mencapai level Fibonacci 0.6. Namun, pembaruan terbaru mengindikasikan bahwa Bitcoin tidak akan mengalami retracement sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan pembeli dalam menghadapi tekanan jual (selling pressure).
Fase Konsolidasi Setelah Big Move
Bitcoin sedang mengalami fase konsolidasi setelah mengalami big move sebelumnya. Big move tersebut bisa saja merupakan bagian dari tren naik (uptrend) yang lebih besar atau dapat mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan (dump). Saat ini, harga Bitcoin sedang bergerak dalam kisaran tertentu dan belum menunjukkan arah yang jelas. Fase konsolidasi ini sering kali diikuti oleh pergerakan harga yang lebih signifikan.
Pengaruh Peristiwa Ekonomi dan Keuangan
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan dapat dipengaruhi oleh peristiwa ekonomi dan keuangan yang signifikan. Salah satu contohnya adalah testimoni dari anggota Federal Reserve. Pernyataan dan kebijakan yang diumumkan oleh bank sentral ini dapat mempengaruhi sentimen pasar dan arah pergerakan Bitcoin. Selain itu, pengumuman hasil kuartal ke-2 tahun ini juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
2. Analisis Time Frame Harian (Daily)
Pergerakan harian Bitcoin menunjukkan pelemahan momentum setelah terjadi rejection pada level resisten $26.600. Hal ini merupakan titik yang perlu diperhatikan oleh para trader. Rentang harga antara $26.000 hingga $25.600 menjadi area kunci yang perlu diawasi. Jika terjadi pullback, level demand di sekitar $25.000 dapat menjadi area potensial untuk mencari kesempatan masuk (reversal pattern atau rejection candle)
Dalam analisis teknikal, ada kemungkinan bahwa Bitcoin sedang mengalami koreksi dalam satu big move yang lebih besar. Apakah itu merupakan bagian dari uptrend atau penurunan lebih lanjut, pergerakan harga Bitcoin perlu terkonfirmasi. Jika harga Bitcoin berada di bawah level $21.800, maka dapat dikatakan bahwa Bitcoin mengalami penurunan (dump). Namun, konfirmasi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi arah pergerakan yang lebih jelas.
Kesimpulan:
Bitcoin saat ini sedang berusaha mempertahankan level support sekitar Rp25.000 dalam time frame mingguan. Pembeli masih kuat, namun pergerakan harga mengalami fase konsolidasi setelah big move sebelumnya. Peristiwa ekonomi dan keuangan serta testimoni dari anggota Federal Reserve dapat mempengaruhi pergerakan Bitcoin. Di time frame harian, perlu diawasi pelemahan momentum dan level resisten yang ditolak, serta level demand potensial di sekitar $25.000. Ada kemungkinan Bitcoin mengalami koreksi dalam big move yang lebih besar, namun konfirmasi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi tren yang lebih jelas.

