Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mindset Penting dalam Perjalanan Menjadi Trader Profesional

 Kenapa ini penting untuk dimiliki agar bisa menjadi trader profesional? Karena 90% trader gagal dalam mengatur emosional nya sudah menemukan teknik atau teori yang tepat tapi masih tidak bisa profit konsisten.

Tingkatkan Aktivitas di Luar Chart untuk Kesuksesan Trading Anda. 

Setujukah Anda dengan pentingnya waktu khusus bagi trader? Pelajari berapa lama Anda harus menghabiskan waktu trading, apakah 1 jam, 2 jam, 3 jam, sepanjang hari, atau bahkan sepanjang minggu.

Dalam trading, terdapat waktu khusus yang diperlukan oleh seorang trader. Waktu ini digunakan untuk melakukan persiapan sebelum melakukan analisis, mencari peluang, dan lain sebagainya. Namun, setelah titik entry ditentukan maka, sebenarnya seorang trader tidak memiliki banyak aktivitas selain menunggu hasil keputusan tersebut apakah terkena take profit atau stop loss. 

Untuk menjadi seorang trader profesional, kita tidak dapat tergesa-gesa saat entry. Kita harus sabar menunggu hingga mencapai target profit yang telah ditentukan. Tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan saat floating sedikit, sebab itu akan mengganggu psikologi kita. Sayangnya, banyak trader melakukan kesalahan dengan menghabiskan waktu sehari penuh didepan komputer hanya melihat chart. 

Namun, bagaimana hubungan dengan keluarga? Bagaimana hubungan dengan teman? Bagaimana hubungan dengan pasangan? Jika terlalu fokus pada trading, hubungan-hubungan tersebut bisa hancur. Begitu juga dengan kesehatan, bisa terganggu. Meskipun trading dapat memberikan keuntungan finansial, tidak seimbang dalam kehidupan akan membuatnya tidak berarti, bro. Uang bukanlah segalanya. Uang hanya efektif ketika waktu dan segala hal dalam hidup seimbang.

Oleh karena itu, penting untuk melibatkan diri dalam kegiatan di luar trading. Setelah entry selesai, jangan hanya diam di depan layar. Gunakan waktu dengan lebih produktif. Luangkan waktu bersama keluarga, teman, berolahraga, dan menikmati udara segar. Dengan begitu, trading kita akan menjadi lebih maksimal.

Jadi, pekerjaan terberat dalam trading terletak pada persiapan entry. Namun, setelah keputusan entry diambil, sebenarnya tidak ada lagi yang bisa trader lakukan selain menunggu. Oleh karena itu, gunakan waktu dengan bijak untuk mencapai kesempurnaan dalam hidup, bukan hanya dalam trading.

Pentingnya Strategi yang Sering Berhasil dalam Trading.

Salah satu tips penting kedua untuk menjadi seorang trader profesional adalah mengenai analisis strategi yang berhasil. Sebenarnya, tidak perlu memiliki banyak strategi. Sedikit strategi yang selalu berhasil sudah cukup untuk mencapai kesuksesan sebagai trader profesional. Pentingnya memiliki satu strategi yang dapat diandalkan, namun jika memiliki lebih dari satu strategi, tentu lebih baik. Namun, bagaimana kita bisa mengetahui apakah satu strategi sering berhasil atau jarang berhasil?

Kuncinya terletak pada melakukan backtesting. Dengan melakukan backtesting, kita dapat melihat strategi mana yang sering berhasil dan mana yang jarang berhasil. Ini menjadi penting untuk mengetahui keefektifan suatu strategi. Kita dapat melihat hasil dari masa lalu dan mengevaluasi performa strategi tersebut. Dengan demikian, kita dapat terus melanjutkan penggunaan strategi yang sering berhasil dan mengurangi penggunaan strategi yang jarang berhasil.

Seperti yang dikatakan oleh Steve Clark, teruslah melaksanakan strategi yang sering berhasil dan mengurangi penggunaan strategi yang jarang berhasil. Dengan pendekatan ini, kita dapat membangun konsistensi dalam trading dan meningkatkan kesempatan kesuksesan dalam jangka panjang. Jadi, penting untuk fokus pada strategi yang telah terbukti efektif dan menghindari strategi yang kurang berhasil.

Mengoptimalkan Entry: Menahan Tangannya dari Keserakahan.

Sekarang, kita masuk pada poin penting ketiga, yaitu mengenai entry dengan sedikit profit besar. Namun, ini adalah hal yang agak subjektif. Banyak trader mengalami situasi ini. Mereka sebenarnya tahu ke mana arah pasar akan bergerak, di mana pasar akan mencapai titik tertentu, area yang strategis, atau zona yang relevan. Mereka juga sudah mengetahui titik ideal untuk melakukan entry, tempat menempatkan stop loss, dan target profit yang diinginkan.

Namun, disebabkan oleh kurangnya kematangan psikologi, mereka kehilangan kesabaran. Mereka ragu-ragu dan akhirnya masuk ke pasar secara sembarangan. Mereka mengambil keuntungan sedikit, masuk lagi saat terjadi floating loss, takut untuk melakukan cut, dan pada akhirnya masuk kembali. Hingga pada titik tertentu, pasar mencapai level yang telah mereka prediksi. Dan apa yang terjadi? Mereka menyesal.

Jika hanya sebagian besar trader mau belajar menahan diri dari melakukan entry berlebihan, mereka sebenarnya bisa mendapatkan profit yang lebih besar. Ingatlah bahwa keserakahan sering menjadi musuh terbesar dalam trading. Menahan diri dan memiliki disiplin yang kuat adalah kunci untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Jadi, penting untuk mengoptimalkan entry dengan menahan tangannya dari keserakahan. Jangan terburu-buru masuk ke pasar dengan impulsif. Melalui pembelajaran dan pengendalian diri, trader dapat memperoleh profit yang lebih besar dan menghindari penyesalan di masa depan.

Menerapkan Prinsip "Jika dan Maka" dalam Strategi Trading.

Sekarang, kita beralih ke poin penting keempat: selalu menggunakan prinsip "jika dan maka" dalam strategi trading. Mari kita benahi pemikiran kita. Sejujurnya, tidak ada seorang pun trader yang bisa memastikan dengan pasti ke mana pasar akan bergerak. Tidak ada yang bisa melakukannya. Oleh karena itu, setiap kali kita berhadapan dengan chart, kita harus menghadapinya dengan realitas chart itu sendiri, bukan dengan asumsi-asumsi yang ada dalam pikiran kita.

Ketika kita melihat chart, kita tidak bisa berkata, "Sepertinya akan naik" atau "Sepertinya akan melanjutkan tren" atau "Mungkin akan terjadi breakout" dan sebagainya. Kita tidak bisa begitu. Ketika kita menghadapi chart, kita harus menerima apa yang terlihat di chart itu sendiri. Analisis kita bergantung pada apa yang chart berikan kepada kita, bukan asumsi-asumsi dalam pikiran kita yang kemudian kita tuangkan ke dalam catatan, seolah-olah chart itu akan menuruti keinginan kita. Kita tidak bisa memaksakan pasar untuk bergerak ke arah yang kita inginkan, meskipun itu bertentangan dengan strategi atau pola yang telah kita susun. Pasar bisa saja melawan semua itu.

Tidak ada yang bisa memprediksi pasar dengan tepat, seperti yang diungkapkan oleh Michel Carville. Jadi, jangan khawatir tentang ke mana pasar akan bergerak, tetapi khawatirkanlah tentang strategi kita dalam menghadapinya. Dan yang terakhir, penting untuk mengetahui titik target profit (TP) sebelum melakukan entry. Apapun alasannya, jangan masuk ke pasar tanpa mengetahui di mana stop loss-nya dan di mana TP-nya. Jangan masuk ke situasi di mana kita tidak tahu apa akibatnya. Jika kita trading sembarangan tanpa mengetahui di mana kita akan keluar dari pasar, itu berisiko. Kita harus tahu dengan pasti di mana kita akan keluar sebelum kita masuk ke pasar. Jadi, setiap trader, bukan hanya Bruce Covner, seharusnya menerapkan hal ini.

Dengan menerapkan prinsip "jika dan maka" dalam strategi trading, kita dapat menghadapi pasar dengan lebih rasional dan terorganisir. Kita tidak hanya mengandalkan asumsi atau harapan semata, tetapi memiliki rencana yang jelas dan terukur. Ini adalah langkah penting menuju menjadi seorang trader profesional yang sukses.