Menjadi Trader Yang Kritis
Seorang yang memiliki pemikiran kritis mampu mencari informasi-informasi yang dibutuhkan kemudian memisahkannya dengan informasi relevan dan tidak relevan, sebagai trader yang mampu berpikir kritis itu tidak sama dengan seorang trader yang menghafal atau sekedar mengumpulkan teknik atau informasi tertentu. Berpikir kritis melibatkan daya ingat yang lebih dari sekadar mengingat-ingat dan mengumpulkan informasi banyak pengetahuan yang dimiliki tidak menjadikan trader sebagai pemikir kritis. Meskipun menjadi seorang trader yang berpikir kritis membutuhkan banyak informasi dan pengetahuan, namun memiliki banyak informasi tidak selalu berarti memiliki pemikiran kritis.
Tiga ciri berfikir kritis.
1) Berpikir kritis melibatkan kemampuan untuk memilah sumber informasi yang relevan, memanfaatkannya dalam melakukan keputusan, dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada. Jika hanya mengumpulkan informasi tanpa kemampuan memilih yang cocok atau tidak cocok, yang sesuai atau tidak sesuai, yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan, belum mencapai tingkat pemikiran kritis yang sebenarnya. Contoh chart Dollar Index (DXY) menguat maka harga Bitcoin mengalami penurunan, tidak bisa begitu saja kita harus mencari informasi lainnya bisa saja Dollar Index (DXY) menguat harga Bitcoin juga ikut menguat.
2) Kemampuan problem solving merupakan bagian integral dari berpikir kritis, di mana berpikir kritis berarti mampu menggunakan informasi yang relevan dan cocok untuk alasan dimana saya beli dan kapan saya jual.
3) Berpikir kritis melibatkan kemampuan menarik kesimpulan dari apa yang terjadi saat ini. Penting untuk memilih data yang relevan dalam diskusi atau forum, serta mampu mengelola data untuk menyelesaikan masalah. Berpikir kritis tidak hanya mengandalkan hafalan informasi, tetapi juga mengharuskan argumentasi, pemilihan data yang tepat, dan penggunaan teknik atau teori yang tepat untuk menghadapi market. Jika trader hanya menghafal teknik saja tanpa menggunakan informasi lebih merupakan setengah langkah dalam berpikir kritis, inilah yang membuat beberapa trader mengalami kerugian.
Berpikir kritis melibatkan hal-hal penting berikut.
Berpikir kritis tidak hanya tentang menghafal atau mengumpulkan informasi. Berfikir kritis bukan berarti hanya mengkritik atau mengecam. Kritis dan kritik mempunyai makna yang berbeda dalam konteks ini. Berpikir kritis secara argumentatif dan memiliki informasi yang relevan dengan situasi yang dihadapi. Dalam berpikir kritis, penting untuk membedakan antara kritis dan kritik serta menghindari mengecam atau mendebat pemikiran orang lain.
Trader pemikir kritis memiliki perbedaan dengan trader pemikir non-kritis. Seorang trader pemikir kritis mampu mencari informasi yang relevan dan memisahkannya dari informasi yang tidak relevan. Mereka juga mampu menggunakan informasi yang relevan untuk memecahkan masalah, keterampilan mencari informasi yang relevan sangat penting dalam keputusan trading. Seorang trader yang tidak memiliki kemampuan kritis dalam mencari informasi dapat menghasilkan biaya dan tenaga yang lebih besar, karena ia akan mengumpulkan data yang tidak diperlukan, seperti mengikuti beberapa kelas VIP atau mungkin sering tergoda dengan teknik atau teori yang konon katanya profit konsisten namun pada intinya konsep dan teori nya sudah ia ketahui. Oleh karena itu, penting untuk menjadi trader cerdas dan kritis dalam mencari informasi yang benar-benar relevan untuk menghindari hal yang tidak perlu.
Trader yang non-kritis cenderung hanya menghafal teori dan tidak mampu mengolah teori tersebut, mereka sudah entry saat mereka harus cutloss tidak melakukan nya kenapa? Karena mereka hanya menerima informasi tanpa menggunakan informasi lainnya. Banyaknya teori dan konsep trading yang dihafal tidak berguna jika tidak dapat diterjemahkan dalam keputusan trading sehari-hari. Oleh karena itu, kemampuan kritis memainkan peran penting. Meskipun telah banyak informasi yang diterima.
Sebuah teori dari beberapa tokoh memang terkesan luar biasa, namun dalam konteks market saat ini, tidak semuanya relevan atau dapat diterapkan. Kemampuan kritis memungkinkan kita untuk memilah-milah, mengidentifikasi market, dan menemukan teori yang tepat. Teori-teori trading dari tokoh tersebut yang telah kita pahami sebelumnya perlu diwujudkan dalam praktik. Kemampuan kritis memungkinkan kita untuk melihat mana informasi yang relevan dan mana yang tidak. Tidak semua teori yang tidak relevan, bukan berarti salah, tetapi ruang dan waktunya tidak cocok dengan situasi market saat ini. Pemikir kritis dapat membedakan mana informasi yang relevan dan mana yang tidak, tidak peduli dari tokoh mana informasi itu berasal. Jadi, meskipun kita mengagumi seorang tokoh, tetaplah kritis dalam memilih dan menginterpretasikan gagasan-gagasannya.
